Pertunjukan Teater "Ma Ravan" di Luanda
Thu, May 7, 2009 at 09:37PM Ma Ravan, sebuah pertunjukan teater yang saya tonton kemaren di teater Cha da Caxinda, yang lokasinya cukup jalan kaki dari kantor saya. Group seni Theatre Taliipot ini berpusat di Reunion, sebuah negara di lautan Hindia. Artis-artisnya ada empat orang, berasal dari negara2 lautan Hindia itu: Madagascar, Mauritius dan Reunion.
Terbiasa dengan kesenian Africa yang gembira dan hingar bingar, saya agak kaget juga menonton grup seni ini. Walaupun penuh dengan gerakan-gerakan dinamis, tapi keseluruhan performance gelap, dalam dan sedikit mistikal. Negara2 di lautan Hindia yang tepatnya berada di pantai timur benua Africa memang terkenal sebagai melting point dari kebudayaan-kebudayaan besar dunia: kebudayaan Eropa, Africa dan India. Memang terlihat, bahkan oleh seseorang yang buta seni seperti saya.
Dibuka oleh gaung yang mengingatkan saya akan screenshot meditasi di film-film, dan gerakan-gerakan yang mirip pose-pose yoga termasuk surya namaskar, bohong kalau dibilang tidak ada pengaruh kebudayaan India di situ. Tidak ada hingar bingar keriaan ala kebudayaan africa barat. Di sini mereka seperti hendak mengekspresi emosi-emosi manusia. Terus terang saya sempat sedikit terintimidasi oleh emosi-emosi yang ditampilkan para artis, apalagi pada suatu titik yang saya pikir mereka sedang melukiskan dunia kematian. Indah, namun gelap.
Jalur ceritanya? Wah ini masih teka-teki buat saya. Sebelum pertunjukan, memang oleh pembawa acara diceritakan sedikit, tapi dalam bahasa perancis yang saya mengerti hanya 0%, dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Portugis yang saya mengerti hanya 35% (maklum, di sini bahasa Inggris kurang populer, apalagi bahasa Indonesia). Yang saya tangkap, ada sekitar2 slavery, run away, ada tangan2 yang dipotong, sekitar-sekitar itulah. *maap yaa, gak informatif banget! hihihi.. *
Kesan keseluruhan: Memukau... dan gelap. (did i just say it again.. gelap?)




Pictures are taken from the promotional email sent around prior to the show day.










Reader Comments (9)
Saya jadi iri nih... nggak bisa nonton kesenian yang unik ini.
hai tikno. :)
emang menarik pertunjukannya, sy seneng ada yg ngasih tau waktu itu, harga tiketnya pun gak mahal.. :D
Alishaaa... kira-kira alisha bakalan seneng ya liat pertunjukan ini? Waktu itu bude agak susah buat mengerti nya juga, Sha. Karena bahasanya pakai bahasa Perancis, mana bude ngerti. Tapi senang aja liat aktor-aktor nya berakting.
kenapa bisa nyasar kerja ampe kesitu?
alisha kamu ngegemesin banget siihh.
angola itu negara di pantai barat africa yang lokasinya agak ke selatan. Jadi kalau dari South Africa, melipir di pantai baratnya, akan ke sebuah negara bernama Namibia, kalau ditelusuri terus ke atas, sampailah di Angola.
Di sini karena dikirim kantor.. :)