« Jalan-Jalan ke Luar Kota | Main | Muka Kere »
Sunday
Jan182009

Mati Lampu di Restoran, Sudah Biasa

Adalah sebuah restoran asia yang cukup sering kami kunjungi di sini, kurang lebih setidaknya sebulan 2 kali. Di restoran yang dimiliki oleh (kayaknya yah) keluarga dari tanah Cina (kayaknya lhoo.. kayaknya mereka keluarga) ini dijual beberapa masakan asia, dari hidangan thai, chinese, japanese lengkap dengan meja teppanyaki dan VIP room untuk karaoke (hush, karaoke beneran loh ini, bukan esek-esek). Tak heran namanya “Restaurante Asia”. Dan dekorasi langit-langitnya masih dengan spirit Olympiade, One World One Dream.

Restaurante Asia termasuk salah satu restoran favorite saya dan Maskyu, bukan karena hidangan nya yang lezat tak terkira dengan kandungan msg yang tinggi, tapi lebih karena harganya yang murah dibandingkan restoran-restoran lainnya di Luanda. Di sini kalau makan berdua HANYA menghabiskan biaya sekitar USD65. Bandingkan dengan restoran-restoran lainnya yang difavoritkan oleh ekspatriat-ekspatriat dengan kisaran biaya USD100 per orang. Yuk pingsan dulu yuk. Memang Luanda adalah termasuk kota termahal di dunia, kalau nggak percaya browsing aja di internet, hehe.

Kemaren wiken ini tiba-tiba kita lagi kangen pengen makan di sana. Seperti biasa si mbak-mbak yang katanya asli dari Beijing mempersilakan kita duduk. Sesudah memesan makanan, tiba-tiba... PLEK! Mati Lampu! Menunggu, satu dua tiga sampai sepuluh detik, ternyata generator yang biasanya ON kalau listrik kota mati, gak bisa distart. Yang ada seluruh restoran gelap gulita. Pelan-pelan kita lihat koki mulai berjalan ke luar dapur dan duduk di antara kita, mungkin cari udara segar daripada pengap di dapur. Walah, gak masak dong! Tapi ya iya gimana mau masak, orang gelap bennneerrr.

Begitu mata mulai terbiasa dengan kegelapan, plangak plongok ke sekitar, ternyata tamu-tamu yang lain santai aja, cuma ngobrol-ngobrol aja. Perut kriyuk kriyuk, tapi serba salah juga di luar macet, trus mau makan dimana juga? Akhirnya kita memilih untuk menunggu di restoran sembari pasang gaya santai seperti tamu-tamu lain yang sudah biasa..Untunglah satu jam kemudian, lampu menyala! Dan dalam 15menit setelah lampu menyala, terhidanglah makanan pesanan kita... Horeee!!! :)

PrintView Printer Friendly Version

Reader Comments (14)

hahahaha~ penuh perjuangan ya mbak? tp 65USD ?!?!? eh buset ...lbh mahal drpd tokyo mbak!!!
January 20, 2009 | Unregistered Commenterdidut
Ternyata ga hujan emas ya :D, malahan hujan batu :D
January 21, 2009 | Unregistered Commenterrudy
alamak...udahlah mahal, pake acara mati lampu :D eh tp jd romantis kok. pasang lilin
January 22, 2009 | Unregistered Commenterdian
- Apa sesudah lampu menyala kalung dan anting berlian elo masih ada?
- Kan malah romantis jadi candle-lite...
- Mahal banget ya.... the locals gak mampu makan diluar dong ya?
January 23, 2009 | Unregistered CommenterDian Mertani
jangan2 emang sengaja dimatiin tuh.. biar surprise tiba2 hidangan udah siap.. :)
January 25, 2009 | Unregistered CommenterMeidy
@didut:
lhah memang, mahal sekali di sini, hiks hiks.. udah browsing? mahalan dari tokyo kan?? :D

@dian:
lilin? seandainya ada, hehehe.. :)

@Dian Mertani:
huehehe, enggak kok masih lengkap!

@Meidy:
hahaha, iya sih siap sejam kemudian, kekeke.. :)
January 27, 2009 | Unregistered Commenternadia febina
Ternyata bukan hanya di kota saya saja yang sering mati lampu.
January 28, 2009 | Unregistered Commentertikno
@tikno:
enggak, tikno ada temennya kok.. :)
January 28, 2009 | Unregistered Commenternadia febina
Waduh..rasanya gimana tuh nunggu sejam di restoran nggak ngapa-ngapain. Sejam tu lama lho mbak..hehe..ternyata masih bnyk sisi aneh ya dr idup..:-P..ada ajah..
February 19, 2009 | Unregistered CommenterPiyudh
Nad $65 itu dapet apa aja? starter sampe dessert?. Di kuwait kalo gw take away/delivery makanan china bisa sampe 25 kuwait dinar. It's about the same yah gak?

Tapi rumah di sana gile yah,mahal amat. Di kuwait masih ok lah.
April 1, 2009 | Unregistered CommenterDeasy
eh bude ini Alisha,eh bude di Angola kalo mati lampu kok semua orang pada santai2 ajasih,biasanya di Jakarta kalo mati lampu semuanya udah kebingungan tuh..
March 27, 2010 | Unregistered Commenteralisha firnita
@alisha firnita:
iya Sha, soalnay di sini sudah sering, orang2 sudah terbiasa Sha. Kalau kebingungan dan marah-marah malu dong sama orang lain kan mereka semua udah terbiasa. Kamu jadi kapan mau ke sini? Hayooo... tengok bude doong.
March 27, 2010 | Registered Commenternadia febina
wah kira2 kapan ya Alisha pergi kesana.eh tapi bentar lagi bude kan pulang ke Jakarta,jadi Alisha udah nggak bisa kesana dong!
March 27, 2010 | Unregistered Commenteralisha firnita
@alisha firnita:
iya bener, bude ke Jakarta aja deh ya, Sha. Kita berdua main-main aja di Jakarta, karena kalau di sini gak ada restoran Jepang yang enak. Oke?
March 27, 2010 | Registered Commenternadia febina

PostPost a New Comment

Enter your information below to add a new comment.

My response is on my own website »
Author Email (optional):
Author URL (optional):
Post:
 
All HTML will be escaped. Hyperlinks will be created for URLs automatically.