Sementara yang Permanen, Hidup Di Saat Ini
Thu, December 8, 2011 at 03:45AM
image from: dreamstime.comIbarat sumur kering di pojokan tanah yang terlantar, blog ini masih ada dan terbuka di pojokan world wide web, kering tanpa isi. Si empunya blog memang punya penyakit kronis yang menjadi musuh terbesar manusia: kemalasan yang berlimpah. Tapi itu hanya salah satu penyebab, dan ini bukan sekadar mencari alasan.
Terakhir menyapa di sini, sekitar 1.5 tahun yang lalu, saat itu kami sedang sibuk-sibuknya akan pindah dari Angola menuju Britania Raya. Hanya 6 bulan di sana, diminta pindah lagi ke Singapura untuk temporary stay sekitar 3 bulan, dengan catatan bisa diperpanjang sedikit. Siapa sangka yang namanya "dengan catatan" itu berlangsung terus sampai hampir satu tahun kemudian.
Memang benar, 1-2 tahun belakangan ini saya merasa seperti modern day gypsi, tanpa ikatan pada suatu tanah atau daerah untuk dijadikan tempat tinggal tetap. Sering dikomentari oleh kawan-kawan, enak banget ya hidup lo jalan-jalan terus! Beneran, saya memang bersyukur sekali dapat kesempatan begini, bisa bebas kesana kemari, bekerja, plesir dan bersenang-senang. Dan yang terpenting selalu mendampingi dan didampingi Maskyu juga, kami sebagai keluarga kecil ini. Alhamdulillah, saya selalu menganggap ini sebagai luxury. Tetapi ternyata hidup sebagai "gypsi", walaupun berdua, tidak selamanya penuh dengan pelangi dan kuda terbang.



