The Sound of Music di London Palladium
Wed, November 22, 2006 at 01:30PM Climb every mountain, search high and low, follow every byway, every path you know..... Climb every mountain, ford every stream, follow every rainbow, till you find your dream..... A dream that will need all the love you can give, every day of your life, for as long as you live........ Climb every mountain, ford every stream, follow every rainbow, till..you..find..your..dream! -"Climb Every Mountain" by Rodgers and Hammerstein, original soundtrack of The Sound of Music.
Hihi... di atas cuplikan lirik dari lagu kesayangan saya Climb Every Mountain dari film favorite saya, the all-time classic, The Sound of Music.

Pasti semua sudah sangat kenal dengan cerita si Maria yang jadi nanny dan akhirnya diperistri oleh si tuan rumah, Captain Georg von Trapp. Ceritanya memang tentang cinta: cinta yang tak terduga sebelumnya, cinta pada tanah air Austria, cinta pada musik. Tak melulu tentang cinta, film ini juga menggambarkan seseorang yang mencari arti hidupnya, mengenal perasaan hatinya sendiri, dan kerelaannya mengikuti suara hatinya... Kebayang ga, lagi kecil saya selalu tiap akhir minggu duduk di depan monitor tv sambil nonton video betamax film ini... Belum lagi sembari berkhayal-khayal dan bernyanyi-nyanyi semua lagu-lagunya diiringi piano yang saya mainkan sendiri... Pokoknya jatuh cinta abis sama film ini.
Kebayang nggak, betapa bahagianya saya ketika akhirnya cerita ini dijadikan theatre play! Yaayyy!! Sebelum nonton pun saya sudah bisa membayangkan "waaah, pasti oke banget tuh lagu2nya dinyanyiin live dengan pemain2 opera kawakan!!"
Beruntung sekali saya, suami dan orangtua dari belanda yang sedang berlibur di London dapet seat, last four! Memang rame sekali, karena baru pertunjukan hari ke-3, jadi emang kayanya jod banget dapet tempat pas-pasan empat terakhir begitu.
Dan akhirnya, saya tidak mau berpanjang-panjang menulis sebuah review. Intinya... semua yang saya bayangkan sebelumnya menjadi kenyataan, bahkan lebih dari harapan.. sangat impressive. Karakternya kuat semua. Merasa terlarut segala emosi dan suasana yang ditampilkan oleh akting para pemain dan musik pengiringnya, penonton pun bertepuk tangan bermenit-menit lamanya di akhir play, standing applaus. Sangat memukau. A must-see... :)



Reader Comments (6)
Thanks buat review-nya. Kumaha udah dingin disana?