« Back in Leiden | Main | Indonesia and People: From Modern Day KNIL Soldier to Ayam & Bule »
Monday
Oct032005

Selamat Jalan Oom dan Tante Darmawan

Bom Bali kedua, yang terjadi pada sekitar jam 7 malam WIB, hari Sabtu 1 Oktober 2005 menyisakan duka bagi siapapun yang melihatnya. Semua siaran tv dan hamba media lainnya seakan terfokus mengumandangkan berita-berita mengenai kejadian ini. Tidak hanya di indonesia, ternyata kejadian ini menjadi headline news di seluruh stasiun tv dunia. Tidak melebih-lebihkan kalau siaran tv merekam manusia-manusia relawan yang menolong sambil menangis karena pedihnya hati mereka. Belum lagi tangis keluarga-keluarga korban yang membuat hati siapapun pilu melihatnya. Bukan hanya mereka, dunia pun menangis.  Haaaa.... Bali lagi????&^%$#!@ Yang benar saja!!!!! Siapa yang tidak kaget! Kejam amat!

Luka ini mungkin lebih terasa dalamnya untuk keluarga besar Bapak dan Ibu Darmawan. Kepergian kedua orang ini serasa menusuk dan mengagetkan semua orang yang mengenal suami istri yang terkenal baik budi luar biasa di kalangan kerabat dekatnya ini. Bapak dan Ibu Darmawan adalah orangtua dari sahabat saya Sherry, yang juga ada di tempat kejadian pada saat bom meledak bersama orangtuanya, suami dan kedua anaknya. Sampai saat Bapak dan Ibu Darmawan dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Sherry masih di Bali untuk menjalani operasi mengeluarkan pecahan-pecahan bom di dalam paru-parunya. Semoga kamu cepat sehat kembali ya, Sher!

Hati saya diliputi keharuan yang mendalam melihat banyaknya pelayat yang datang pada hari jenazah di Jakarta, begitu juga ketika waktu pemakaman. Para pelayat ini begitu antusias nya mendoakan almarhum dan almarhumah, semoga jalan menuju Sang Pencipta mulus dan dihiasi bunga-bunga indah, dan juga semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Saya pernah diajarkan dalam pelajaran agama Islam waktu di Sekolah Dasar, bahwa doa-doa orang yang mengantarkan kita ketika berpulang ke Rahmatullah menjadi bukti sumbangsih dan tulusnya hati kita ketika hidup di dunia. Dan doa-doa mereka insya Allah didengarkan olah Sang Maha Kuasa untuk memuluskan jalan siapa pun yang sedang didoakan. Mengingat itu saya jadi terharu lagi karena yang mendoakan Oom dan Tante Darmawan adalah para pelayat yang begitu banyaknya ini, juga seluruh Indonesia yang turut memantau  berita tentang bom bali ini, bahkan bukan tidak mungkin penduduk dunia juga turut mendoakan mereka. Ada yang menyeletuk waktu itu, "Inilah kalau orang baik memang ketika berpulang yang mendoakan banyak. Tanda-tanda penghuni surga."  Amien, amien ya rabbal 'alamin.

Insya Allah, tempat yang terbaik sedang disiapkan oleh Sang Illahi untuk mereka dan insya Allah, yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kepasrahan oleh Allah SWT. Dan juga Inya Allah, semoga semua ini menjadi pembuka mata bagi semua umat manusia untuk selalu sadar bahwa tujuan hidup yang sebenarnya adalah untuk meraih Cahaya dan Kasih Sang Pencipta dan bahwa hanya kepadaNya lah semua akan kembali. Amien.

 

Oom dan Tante Darmawan,

Selamat jalan. Ketulusan hati, kehangatan dan keramahan Oom dan Tante selalu teringat di hati semua yang mengenal Oom dan Tante.

Deepest love from the heart,

Nadia.

 

PrintView Printer Friendly Version

Reader Comments

There are no comments for this journal entry. To create a new comment, use the form below.

PostPost a New Comment

Enter your information below to add a new comment.

My response is on my own website »
Author Email (optional):
Author URL (optional):
Post:
 
All HTML will be escaped. Hyperlinks will be created for URLs automatically.