Jakarta Oh Jakarta
Tue, October 25, 2005 at 12:18PM ![]()
Jakarta TrafficRasanya baru seminggu lalu saya pulang dari negara kincir angin mengunjungi suami dan saya masih ingat betul rasa bersyukurnya pulang kembali ke kampung halaman biar bisa ramadhan sama keluarga dan teman-teman tersayang, tapi tiba-tiba kemaren saya disadarkan kembali tentang "keunikan" Jakarta terutama di bulan Ramadhan.
Kantor saya punya jadwal yang rada aneh, karena masuk pagi-pagi sekali yaitu jam 7.00 dan pulang jam 16.00 (officially! biasanya sih baru bisa pulang jam 18.00 juga, maklum kerjaan selalu numpuk). Sejak pindah lokasi ke kawasan segitiga emas, pegawai-pegawai yang biasanya dimanjakan dengan kantor di selatan kota sehingga jauh dari kemacetan mulai banyak-banyak complain dan mencari-cari cara yang pas buat "mengakal-akali" supaya kerjaan di kantor beres tapi bisa pulang kantor sebelum rush hour. Akhirnya banyak kolega saya yang datang ke kantor jam 6.00 pagi biar bisa pulang jam 16.00 teng. Edan! Sebelumnya saya tidak ikut-ikut tren itu berhubung saya selalu terkena macet di tempat tidur sehingga sampai kantor rata-rata jam 7.30 pagi dan pulang jam berapa pun tidak masalah karena rumah dekat. Tapi tidak di bulan ramadhan.
Di bulan ramadhan, mulai dari jam 16.00 sampai jam buka puasa, supir-supir di jalanan pada galak dan menganut paham brutality. Fakta ini sudah kita tahu dong bertahun-tahun! Alhasil saya juga ikut-ikut tren datang jam 6.30, istirahat makan siang dipakai kerja, dengan harapan bisa pulang jam 16.00 teng. Dan tebak... sudah seminggu ini saya berhasil, kecuali kemaren.
Karena banyaknya kerjaan dan issue2 yang harus diselesaikan, saya ngaret pulang selama 10menit dari waktu biasa. "ahhhh, masih jam 4 juga, cuma lebih 10menit doang", pikir saya kemaren. Akhirnya saya berlari-lari kecil menuju tempat parkir dan buru-buru nyetir keluar parkiran kantor, tapi begitu mobil sampai di casablanca... oh oh, sudah stuck! Rute saya adalah casablanca muter terus motong jalan di jl.denpasar biar bisa ke langsung belok ke tendean. Tapi, weleh wellleeehhh... jl.denpasar yang seyogyanya satu jalur hanya untuk 2 mobil (itu juga kalau dipaksain) tiba-tiba menjelma menjadi 4 jalur. Entah darimana tiba-tiba saja ada mobil-mobil menyelinap tanpa rasa bersalah ke jalur sebelahnya untuk arah yang berlawanan. Lhhaaaaahhh, bagaimana ini??? Jelas saja mobil dari arah yang berlawanan blocked dan nggak bisa lewat! Chaos! Ini bagaimana tho, mas-mas.... Anak SD aja bisa mikir kalau ini tidak betul.... Kok ini bisa serombongan mobil yang dikemudikan orang dewasa yang semestinya at least lulus sma (dan lulus ujian ambil SIM) bisa-bisanya melakukan hal-hal yang tidak senonoh dilakukan di jalan raya???? Ini pelanggaran berat terhadap kode etik pemakai jalan. Saya intip muka-mukanya yang di dalam mobil-mobil itu... Lhoh, kok pada tenang2 aja tanpa dosa, tapi rata-rata pada tegang mungkin kelaperan, ada juga yang muka marah-marah padahal beliau-beliau jugalah biang keladi chaos ini.... Ini gimana tho??? Kalau situ lapar, saya juga lapar... Kita semua lapar! Gimana ini kok semua orang pada mementingkan diri sendiri!! Astaghfirullah, hampir aja saya kelepasan teriak, untung inget lagi puasa jadi teriak dalam hati aja deh... *moga-moga nggak batal, hihihi*
Kenapa saya tulis posting ini? Saya ingin mengajak teman-teman ikut mengkampanyekan program "bersabar di kala puasa" kepada semua pemakai jalan terutama pengendara mobil. Memang, dalam Al-Qur'an sudah jelas-jelas ditulis, tapi mungkin kurang diaplikasikan kali ya (kurangnya banyak?), kalau liat gelagat orang-orang yang kaya kebakaran jenggot di jalanan untuk mengejar buka puasa di rumah. Saya ada tip yang mudah sekali untuk diikuti: Coba kalau telat pulang dari kantor dan terkena macet, siapkan tajwil bisa berupa kue yang manis-manis atau roti isi coklat atau cendol atau apalah dan aqua satu botol besar (awas beser). Jadi bisa buka di jalan kalau nggak kekejar ke rumah, supaya di jalan tenang dan damai dan tidak memancing amarah orang lain di bulan puasa. Begitu sampai di rumah, tinggal sholat maghrib dan makan besar (kalau berminat). Hati tenang, hati orang lain tenang, dan semua selamat sampai di rumah. Sip kan, tip dari saya?? Mariiiii.....



Reader Comments (4)
gimana kalo disosialisaiin aja.. bikin iklan gitu..
ah jakarta... jakarta...
kapan sih ngga macetnya???
Iya...tips nya bagus juga tuh.Well done.
ps. kok kadang2 aku buka site ini rada susah ya? suka keluar halaman lain standby apa gituh...